Sekilas Lippo Bank

Dunia usaha perlu bekerja sama lebih erat dengan universitas dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia guna menunjang kemajuan sosial. LB melakukannya melalui program beasiswa dan berbagai kegiatan pendidikan lainnya.

Perjalanan PT Bank Lippo Tbk (“LB”) dimulai dengan NV Bank Perniagaan Indonesia (Indonesian Mercantile Bank) pada bulan Maret 1948, dan kemudian berturut-turut berganti nama menjadi PT Bank Perniagaan Indonesia dan PT Lippo Bank pada tahun 1956 dan 1989. Setelah selesainya proses merger dengan PT Bank Umum Asia, LB mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada bulan November 1989. Pada tanggal 23 Desember 1998, terjadi lagi perubahan nama dari PT Lippo Bank menjadi PT Bank Lippo Tbk, atau lebih dikenal dengan nama LippoBank.

Lippo Bank Sekilas

Pemerintah Republik Indonesia menjadi pemegang saham utama LB setelah program rekapitalisasi dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1999.

Pada tanggal 25 Februari 2004, kepemilikan saham Pemerintah Republik Indonesia di LB sebesar 52,05% beralih kepada Konsorsium Swissasia Global.

Lippo Bank Sekilas

Pemerintah Republik Indonesia menjadi pemegang saham utama LB setelah program rekapitalisasi dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1999.

Pada tanggal 25 Februari 2004, kepemilikan saham Pemerintah Republik Indonesia di LB sebesar 52,05% beralih kepada Konsorsium Swissasia Global.

photo float

Pada tanggal 30 September 2005, setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia, Khazanah Nasional Berhad (melalui Santubong Investments B.V., anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya) menuntaskan proses akuisisi 52,05% saham LB dari Swissasia Global. Selanjutnya hal ini diikuti dengan proses Tender Offer yang meningkatkan kepemilikan Santubong menjadi 87,52% dari total saham LB yang ditempatkan. Sejak itu LB dengan cepat mengambil langkah mengembangkan dan melaksanakan peta bisnis yang baru. Peta bisnis tersebut akan memandu LB ke standar operasional bank kelas dunia, dengan kebijakan dan praktik tata kelola perusahaan yang tidak dapat dikompromikan untuk membangun dan mempertahankan nilai bagi seluruh stakeholder. Digabungkan dengan pelaksanaan yang tepat tanpa cacat, LB berada di lajur perjalanan yang akan menghantarkannya mencapai status bank jangkar pada tahun 2010 dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia.

photo float

Pada tanggal 30 September 2005, setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia, Khazanah Nasional Berhad (melalui Santubong Investments B.V., anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya) menuntaskan proses akuisisi 52,05% saham LB dari Swissasia Global. Selanjutnya hal ini diikuti dengan proses Tender Offer yang meningkatkan kepemilikan Santubong menjadi 87,52% dari total saham LB yang ditempatkan. Sejak itu LB dengan cepat mengambil langkah mengembangkan dan melaksanakan peta bisnis yang baru. Peta bisnis tersebut akan memandu LB ke standar operasional bank kelas dunia, dengan kebijakan dan praktik tata kelola perusahaan yang tidak dapat dikompromikan untuk membangun dan mempertahankan nilai bagi seluruh stakeholder. Digabungkan dengan pelaksanaan yang tepat tanpa cacat, LB berada di lajur perjalanan yang akan menghantarkannya mencapai status bank jangkar pada tahun 2010 dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia.