<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Webanomaly</title>
	<link>http://www.webanomaly.com</link>
	<description>Dealing with Web Design Trends or being on The Cutting Edge</description>
	<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 06:57:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>First Post: Sebuah Pengantar</title>
		<link>http://www.webanomaly.com/blog/first-post-sebuah-pengantar/</link>
		<comments>http://www.webanomaly.com/blog/first-post-sebuah-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 06:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Armono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.webanomaly.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Flashback sedikit ke tahun 1998, ketika saya pertama kali berkenalan dengan internet. Saya baru saja hijrah dari Bangka (sekarang Propinsi Bangka Belitung) untuk memulai kuliah di Jogja, dan saya ingat betul bagaimana warnet begitu menjamur saat itu. Dari info seorang teman, media itu (internet) menjadi alternatif yang memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Flashback sedikit ke tahun 1998, ketika saya pertama kali berkenalan dengan internet. Saya baru saja hijrah dari Bangka (sekarang Propinsi Bangka Belitung) untuk memulai kuliah di Jogja, dan saya ingat betul bagaimana warnet begitu menjamur saat itu. Dari info seorang teman, media itu (internet) menjadi alternatif yang memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan biaya yang relatif murah (bandingkan dengan biaya telpon Interlokal/SLJJ). Rasa penasaran itu yang kemudian membawa saya untuk mendatangi salah satu warnet di kawasan Jalan Kaliurang. Pertanyaan pertama yang saya lontarkan saat itu adalah,”Mas, ada yang bisa ngajarin saya internet nggak?” <em>Ndeso</em>-lah pokoknya. Disitu kali pertama saya membuat account email (Lycos) sekaligus diajak join di chat room (mIRC).</p>
<p>Tetapi hal yang paling membuat saya tertarik adalah world wide web itu sendiri, website. Informasi yang disajikan melalui jendela browser dan itu bisa diakses dari seluruh dunia yang terkoneksi ke jaringan internet. Ini luar biasa!<br />
Hari-hari setelah itu pun menjadi hari-hari yang banyak saya habiskan di warnet.<br />
Nggak, bukan kirim-kiriman email atau chatting, tapi belajar gimana caranya membuat sebuah website.</p>
<p>Hingga tiba saatnya kelulusan dan saya berada di persimpangan, antara mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya, yaitu Teknik Sipil. Atau nekat melamar sebagai web designer. Saya mengambil jalan tengah, surat lamaran saya kirimkan untuk kedua posisi di atas. Mana yang diterima duluan, itulah yang menjadi jalan hidup saya. Dan alhamdulillah, saya dipanggil ke Jakarta untuk bekerja sebagai web designer. Dan itulah yang kemudian membawa saya kesini.</p>
<p>Terhitung sampai saat ini, saya telah bekerja (secara profesional) selama 3,5 tahun di bidang web. Sekarang saya bekerja di PT Rynet Cipta Teknologi, sebelumnya di PT Indovisi Data Multimedia, keduanya adalah perusahaan yang bergerak di bidang IT. Seiring dengan perjalanan waktu tersebut, saya mencoba untuk terus mengikuti perkembangan/trend terbaru di bidang web design. Dan blog ini akan menjadi teman setia saya yang akan terus merekam dan mencatat proses pembelajaran tersebut.</p>
<p><strong>Jabat erat untuk semua praktisi web di Indonesia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.webanomaly.com/blog/first-post-sebuah-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
